Fenomena Langka Pada Tanggal 9 juni 2017.
Tulisan ini berdasar tuturan para tua tua Minahasa dengan
basic penghayat murni agama kuno Minahasa. Setidaknya tulisan ini diperuntukan
dan dikonsumsi pemerhati, pencinta serta penganut kepercayaan tua Minahasa.
Tanggal 9 juni 2017 merupakan hari special dengan beberapa
keunikan tersendiri dimana:
Tanggal 9 adalah angka sacral tingkatan terakhir
menuju kesempurnaan jika dikaitkan dengan agama tua adalah hari terbaik
melakukan persembahan (u’umper), memanjatkan doa (mangaley) serta permohonan
mendapat berkat (rumeindeng). Ketiga hal ini pada dasarnya harus dilakukan dan
di pastikan kesemuanya jika dilakukan sangat besar kemungkinan segala keinginan
pasti dikabulkan.
Pada tanggal 9 Juni 2017 pukul 21:10 WITA
merupakan penampakan bulan purnama (serap wangko) namun yang paling terkecil
sepanjang tahun 2017 ini dengan diameter sudut 29,4 menit busur. Bulan purnama
yang lebih kecil dari tahun ini akan terjadi pada 22 Oktober 2029 kembali. Jika
dikaitkan dengan kepercaan lama bulan purnama ini adalah hal yang special
dimana segala roh-roh leluhur bagus (reges loor) muncul kebumi dibandingkan
dengan yang jahat (reges lewo).
Beberapa tradisi biasa dilakukan menyangkut
ritual supranatural yaitu mandi cahaya bulan purnama dimalam hari (bisa dibayangkan jika dilakukan siang hari),
pembersihan benda-benda bertuah, pengisian benda bertuah, persembahan dan doa
ditempat-tempat keramat dll.
Jika berkiblat ke angka dimana 9 Juni 2017 pukul
21:10 WITA akan menjadi 9+6+2+1+7+2+1+1 = 29 dibaca 2x9 =9 9 atau Makarua
Siouw. Makarua Siouw merujuk pada para pengatur ibadat dan adat suku Minahasa
yang kita kenal yaitu ‘Walian”. So pasti ini harinya para Walian.
Demikian sepenggal tulisan ini yang dikutip dari sastra lisan Tou Minahasa.
0 komentar:
Posting Komentar